Kenapa Volume Antar-Lagu Berbeda-beda (dan Cara Menyeragamkannya)

· 6 menit baca

Kamu memutar playlist campuran. Lagu pertama nyaman. Lagu kedua tiba-tiba menghentak sampai kamu buru-buru mengecilkan volume. Lagu ketiga nyaris tidak terdengar. Ini bukan kesalahan sistem suaramu — dan ada solusinya.

Akar masalahnya: loudness war

Sejak akhir 1990-an, industri musik terlibat perlombaan yang aneh: membuat album terdengar sekeras mungkin.

Logikanya masuk akal saat itu. Di radio dan pemutar CD berpindah acak, lagu yang lebih keras terasa lebih "hadir" dan lebih menarik perhatian. Jadi setiap label meminta masteran yang lebih keras dari pesaingnya.

Caranya dengan kompresi dinamis: mengangkat bagian pelan dan menekan bagian keras, sehingga seluruh lagu berada dekat batas maksimum.

Akibatnya album dari era berbeda punya tingkat kekerasan yang sangat berbeda. Album jazz 1985 dan album rock 2005 bisa terpaut belasan desibel walau volume sistemmu sama.

Kenapa "normalisasi" biasa tidak cukup

Cara paling naif menyeragamkan volume adalah menaikkan semua lagu sampai puncaknya menyentuh batas maksimum.

Masalahnya, puncak tidak mewakili kekerasan yang dirasakan. Sebuah lagu bisa punya satu hentakan drum yang sangat tinggi tapi sisanya sangat pelan. Menyamakan berdasarkan puncak justru membuat lagu itu terdengar makin pelan dibanding yang lain.

Telinga manusia merespons rata-rata energi sepanjang waktu, bukan titik tertinggi sesaat.

ReplayGain: mengukur seperti telinga mendengar

ReplayGain adalah standar yang menganalisis lagu dan menghitung seberapa keras ia terdengar bagi manusia, bukan seberapa tinggi puncaknya.

Hasil analisisnya disimpan sebagai angka di dalam metadata berkas — misalnya "-6,5 dB". Angka itu berarti: untuk mencapai tingkat kekerasan acuan, lagu ini perlu diturunkan 6,5 dB.

Yang penting dipahami: ReplayGain tidak mengubah suara berkasnya sama sekali. Ia hanya menulis catatan. Pemutar yang mendukungnya membaca catatan itu dan menyesuaikan volume saat memutar.

Artinya prosesnya sepenuhnya bisa dibatalkan. Kalau kamu tidak suka hasilnya, matikan saja di pemutar — berkasnya tetap utuh seperti aslinya.

Dua mode yang perlu kamu pilih

  • Track gain menyamakan tiap lagu satu per satu. Cocok untuk playlist acak berisi lagu dari banyak album.
  • Album gain menyamakan antar-album, tapi mempertahankan perbedaan volume di dalam satu album. Cocok kalau kamu mendengarkan album secara utuh.

Kenapa album gain penting: sebagian album sengaja dirancang dengan dinamika. Lagu pembuka pelan lalu memuncak di tengah adalah keputusan artistik. Track gain akan meratakannya dan menghilangkan maksud itu.

Kebanyakan pemutar bisa memakai keduanya dan memilih otomatis sesuai konteks pemutaran.

Standar yang lebih baru: LUFS

Belakangan industri beralih ke standar pengukuran bernama LUFS, yang dipakai layanan streaming besar untuk menormalkan seluruh katalognya.

Inilah sebabnya volume di layanan streaming terasa seragam — mereka menerapkan normalisasi otomatis pada semuanya. Efek sampingnya positif: karena lagu yang terlalu keras justru diturunkan, loudness war jadi tidak ada gunanya lagi, dan masteran modern mulai kembali punya dinamika.

Untuk koleksi pribadi, ReplayGain dan LUFS sama-sama bekerja. Yang penting kamu memakai salah satunya secara konsisten.

Apa yang perlu kamu lakukan

Prosesnya cukup sekali untuk tiap berkas:

  • Pakai alat analisis ReplayGain pada seluruh koleksi — banyak pemutar seperti foobar2000 dan MusicBee punya fitur ini bawaan
  • Pastikan opsi ReplayGain aktif di pemutarmu, kalau tidak angkanya diabaikan
  • Pilih mode album untuk mendengarkan album utuh, mode track untuk playlist campuran

Analisisnya butuh waktu untuk koleksi besar, tapi hanya dilakukan sekali. Setelah itu semua pemutar yang mendukung standar ini membaca catatan yang sama.

Hubungannya dengan metadata

Nilai ReplayGain disimpan di dalam tag berkas, sama tempatnya dengan judul dan artis. Artinya ia bisa ikut hilang kalau metadata berkasmu rusak atau ditimpa alat yang tidak hati-hati.

Ini salah satu alasan kenapa merapikan metadata dan menyeragamkan volume sebaiknya dianggap satu pekerjaan yang sama — keduanya tinggal di tempat yang sama dan sama-sama rentan hilang.

EarTea menulis metadata dengan cara yang mempertahankan tag yang tidak dikelolanya, sehingga nilai ReplayGain yang sudah kamu hitung tidak terhapus saat judul dan artisnya dirapikan.

Rapikan metadatanya dulu: koleksi dengan tag yang bersih membuat analisis dan pengelolaan berikutnya jauh lebih mudah.

Buka EarTea