Dua cara menyimpan sampul
Sampul album bisa disimpan dengan dua cara, dan keduanya punya kegunaan berbeda.
- Tertanam (embedded) — gambar disimpan di dalam berkas musik itu sendiri, sebagai bagian dari metadata. Ikut berpindah ke mana pun berkasnya dibawa.
- Terpisah — berkas gambar biasa di folder album, biasanya bernama cover.jpg atau folder.jpg. Dibaca oleh sebagian besar aplikasi desktop.
Saran praktisnya: pakai keduanya. Yang tertanam menjamin sampul ikut saat berkas disalin ke ponsel; yang terpisah tetap ada walau metadata berkasnya bermasalah, dan tidak menggandakan ukuran untuk tiap lagu.
Kenapa ukuran besar justru merugikan
Ini perhitungan yang jarang disadari orang.
Sampul tertanam disimpan di setiap berkas. Album 12 lagu dengan sampul 3 MB berarti 36 MB hanya untuk gambar yang sama, diulang dua belas kali.
Kalikan dengan 60 album, dan kamu menghabiskan lebih dari 2 GB untuk gambar duplikat. Padahal aplikasi musik menampilkannya paling besar sekitar 500 piksel di layar.
Ada biaya kedua yang lebih terasa: berkas dengan sampul raksasa lebih lambat dibuka, terutama di pemutar portabel yang harus memuat gambar itu tiap kali berpindah lagu.
Ukuran yang masuk akal
- 500×500 piksel — cukup untuk hampir semua pemutar dan ponsel
- 600×600 piksel — titik aman untuk kebanyakan orang
- 1000×1000 piksel — kalau kamu memakai layar besar atau ingin cadangan berkualitas
- Di atas 1500 piksel — hampir selalu berlebihan untuk sampul tertanam
Untuk sampul terpisah di folder, ukuran besar lebih bisa dimaklumi karena hanya disimpan sekali per album. Di situ 1500 piksel wajar.
JPEG atau PNG?
Untuk sampul album, hampir selalu JPEG.
PNG unggul untuk gambar dengan garis tajam, teks, atau area warna rata — logo dan tangkapan layar. Sampul album adalah foto atau ilustrasi kaya warna, dan untuk itu JPEG menghasilkan berkas jauh lebih kecil dengan perbedaan yang tidak terlihat mata.
Perbandingan kasar: sampul 600×600 sebagai PNG bisa 800 KB; sebagai JPEG kualitas 85, sekitar 80 KB. Sepuluh kali lebih kecil, terlihat sama.
Pengecualian: kalau sampulnya memang desain grafis dengan teks tajam dan warna blok, PNG bisa lebih baik.
Kesalahan yang sering terjadi
- Sampul beda-beda dalam satu album. Terjadi kalau tiap lagu diberi sampul sendiri-sendiri dari sumber berbeda. Hasilnya album terlihat pecah di aplikasi musik.
- Sampul dari sumber yang salah. Versi vinil, versi Jepang, dan versi remaster sering punya sampul berbeda. Ambil yang sesuai rilisan yang kamu punya.
- Gambar bukan persegi. Sebagian besar pemutar mengasumsikan rasio 1:1 dan akan memotong atau meregangkan gambar yang tidak persegi.
- Sampul hasil pindaian miring. Lebih baik cari yang digital daripada memakai foto sampul fisik yang miring dan buram.
Bagaimana EarTea menanganinya
EarTea mengambil sampul dari Cover Art Archive — arsip resmi yang terhubung ke MusicBrainz, jadi gambarnya cocok dengan rilisan yang benar-benar kamu punya, bukan asal album dengan judul mirip.
Kamu bisa melihat pratinjaunya dan memilih ukuran sebelum ditulis, sehingga tidak ada gambar 3000 piksel yang masuk tanpa kamu sadari.
Cek koleksimu: banyak orang terkejut melihat berapa banyak ruang yang habis untuk sampul yang terlalu besar.
Buka EarTea